BERI NAMA RAHMI RASYIDAH & RAHMA FAUZIAH, BUPATI HSU KUNJUNGI BAYI KEMBAR SIAM DI DESA KALUDAN KECIL

BERI NAMA RAHMI RASYIDAH & RAHMA FAUZIAH, BUPATI HSU KUNJUNGI BAYI KEMBAR SIAM DI DESA KALUDAN KECIL

12th January 2021 0 By admin

AMUNTAI – Herman dan Normawati akhirnya dapat bernafas lega setelah bayi kembar mereka berhasil melewati serangkaian operasi pemisahan bayi kembar siam oleh tim medis di RSUD Ulin Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Hal ini mendapatkan perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kamis (17/12) Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H. Abdul Wahid HK bersama Ketua TP.PKK HSU Hj. Anisah Rasyidah Wahid langsung mengunjungi rumah bayi kembar siam di Desa Kaludan Kecil, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Dikatakan Bupati, kasus kembar siam tergolong langka. Karenanya, pemerintah daerah sejak awal kelahiran bayi pada 7 Oktober 2020 lalu di RSUD Pembalah Batung Amuntai memang sudah diberikan pelayanan yang terbaik.

“Saat mengetahui kondisi bayi yang lahir adalah kembar siam, langsung berkoordinasi dengan RSUD Ulin Banjarmasin untuk melakukan rujukan. Karena sesuai dengan kasusnya, RSUD Pembalah Batung tidak dibenarkan memberikan penanganan dan harus dirujuk ke rumah sakit yang sesuai antara kasus dan tipe rumah sakitnya,” ujarnya.

Hingga akhirnya, selama dua bulan mendapat perawatan dan berhasil dipisahkan. Sebelumnya, bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan ini dempet di bagian bokong.

Dalam kunjungannya Bupati Wahid juga menanyakan kondisi terakhir bayi kembar siam kepada kedua orangtuanya, yaitu Herman dan Normawati, serta bidan desa.

“Kami akan pantau terus agar kedua bayi ini sehat dan tumbuh kembangnya baik. Keluarga tidak perlu memikirkan biaya dalam perawatan dan berharap keluarga bisa memberikan perawatan terbaik,” ujar Wahid

Kemudian, Bupati H Abdul Wahid HK diberi kepercayaan oleh kedua orangtua bayi kembar siam untuk memberikan nama. Akhirnya, diberilah nama Rahmi Rasyidah dan Rahma Fauziah. Dalam kesempatan itu Bupati Abdul Wahid juga menyerahkan bantuan kepada keluarga.

Sementara itu, Bidan Desa Kaludan Kecil, Maria Tunisa, dan Nur Jannah Koordinator Bidan Kecamatan Banjang, mengatakan,  kondisi salah satu bayi tampak kurang sehat karena luka pascaoperasi sedikit terbuka dan mengeluarkan cairan saat bayi menangis. Hal ini mengakibatkan bayi lebih rewel, yaitu lebih sering menangis.

Dokter fisioterapi juga melakukan kunjungan untuk berupaya membenarkan postur tubuh dari kedua bayi yang memang pascaoperasi bentuknya berbeda dengan bayi pada umumnya.

Sehingga, perlu perlakuan khusus, seperti dibedong dan menggunakan bantal yang ada lubang dibagian-tengah untuk menyempurnakan bentuk kepala.

Plt Kepala Dinas Kesehatan HSU, Danu F Fotohena, mengatakan, kasus kembar siam memang  tergolong langka. Dan untuk kasus ini juga tidak diketahui bahwa bayi kembar karena detak jantung bayi hanya terdeteksi satu. Sampai pada akhirnya dilakukan lahiran normal.

“Ini merupakan sebuah keajaiban karena bayi yang sebelumnya belum diketahui kembar siam, akhirnya bisa melewati proses kelahiran dengan normal. Selain karean pertolongan Allah, juga tenaga kesehatan yang hebat,” ujarnya.

Sementara itu, orangtua bayi kembar siam, Herman dan Normawati, mengatakan, ini merupakan kelahiran anak kedua. Saat hamil tidak mengetahui bahwa sedang mengandung anak kembar.

Kemudian, Herman sang ayah yang bekerja sebagai buruh bangunan sangat lega karena anaknya bisa kebali ke rumah.

Karena, meskipun biaya pengobatan sudah ditanggung, namun selama dua bulan di rumah sakit dirinya tidak bekerja. “Kami berharap anak kami bisa tumbuh dan sehat, menjadi anak yang salehah,” doanya.

(HumproHSU)